SEJARAH SMAN 1 TALUN

Seperti yang kita ketahui, sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lalu hingga sekarang. Setiap peristiwa tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan, sehingga suatu keadaan pasti ada hubungan dengan peristiwa sebelumnya dan mengakibatkan keadaan berikutnya.

SMA Negeri 1 Talun berkedudukan di Kabupaten Blitar, Provinsi JawaTimur. Tepatnya di Jalan Raya Kaweron No 43, tepat di pinggir jalan propinsi yang menghubungkan antara Kota Blitar dengan Kota Malang. Sekolah yang berlokasi 17 km di timur Kota Blitar ini memiliki sejarah panjang dan telah beberapa kali mengalami proses ganti nama.

Berawal pada tanggal 16 Januari 1974 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0236/0/1973, sekolah ini berdiri dengan nama SMPP Blitar atau “Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan Blitar” menempati tanah pertanian seluas 35.550 m2, dengan status tanah hak pakai dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Mohammad Noer.

Proses pendirian SMPP Blitar, menurut “Menapak Laju Perkembangan Sejarah SMA Negeri 1 Talun” yang dituliskan oleh Sukono (1999: 6), atas pertimbangan jumlah sekolah setingkat menengah yang berada di Kabupaten dan Kota Blitar yang tidak dapat menampung para siswa lulusan SLTP, karena sebelum tahun 1974 hanya ada satu sekolah di Kabupaten Dati II Blitar, yaitu SMA Negeri 1 Blitar.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Blitar bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang akan mendirikan sebuah sekolah baru di Desa Kaweron, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Sekolah itu itulah SMPP Blitar, yaitu Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan, sekolah setingkat SMA yang dilengkapi dengan sarana prasana dan laboratorium yang memadai. Karenanya tidak sedikit orang yang menyebut SMPP sebagai adalah SMA Plus.

Bapak Soepono ditunjuk sebagai Kepala Sekolah pertama SMPP Blitar, dibantu dengan 7 (tujuh) orang guru tetap. Proses pendaftaran dan seleksi siswa baru pertama SMPP Blitar dilaksanakan di SMA Negeri Blitar. Setelah calon siswa dinyatakan diterima, mereka menempati gedung baru SMPP Blitar yang terletak di Desa Kaweron, Kecamatan Talun. Kepindahan “boyongan” siswa ini dilakukan secara istimewa. Pagi hari disiapkan kendaraan “truk” di SMA Negeri Blitar, setelah proses upacara di halaman sekolah, para siswa dipersilahkan naik truk untuk “diboyong” ke SMPP Blitar.

Genap 11 (sebelas tahun) usia SMPP Blitar, pemerintah mengadakan pembaharuan terhadap nama SMPP di seluruh Indonesia. SMPP diubah namanya menjadi SMA Negeri (kecuali Sekolah Menengah Pembangunan yang dikelola oleh IKIP). Maka mulai tanggal 9 Agustus 1985 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0353/0/1985 tersebut, SMPP Blitar berubah nama menjadi SMA Negeri Wlingi.

Dengan nama baru ini timbul permasalahan baru antara lain: SMA Negeri Wlingi setiap upacara hari kemerdekaan RI diharuskan mengikuti kegiatan di dua tempat, yaitu di Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Talun. Alasan Panitia kegiatan Kecamatan Talun SMA Negeri Wlingi berdomisili di Kecamatan Talun. Begitu juga panitia Kecamatan Wlingi berdalih SMA Negeri Wlingi wajib mengikuti kegiatan di Wlingi karena sekolah ini bernama SMA Negeri Wlingi. Permasalan yang lain dalam urusan surat menyurat. Surat yang dialamatkan ke SMA Negeri Wlingi sering kali terlambat. Hal ini terjadi karena surat yang dialamatkan ke SMA Negeri Wlingi dikirim ke Kantor Pos Wlingi, tidak langsung ke SMA Negeri Wlingi. Dari Kantor Pos Wlingi di kembalikan lagi ke Kantor Pos Blitar. Setelah itu surat-surat tersebut dikirim ke kantor Pos Talun, barulah diteruskan ke sekolah ini.

Permasalahan yang disebutkan diatas tadi terjadi berulang-ulang sehingga mengganggu kegiatan sekolah. Untung ada peraturan baru dari pemerintah bahwa nama SMA harus menyesuaikan dengan kecamatan tempat SMA itu berada. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No: 0507/0/1989 tertanggal 24 Agustus 1989 SMA Negeri Wlingi berubah menjadi SMA Negeri 1 Talun.

Lima (5) tahun kemudian, tepatnya tahun 1994, pada awal pemberlakuan kurikulum 1994, secara nasional seluruh SMA berubah menjadi SMU. Sejak itu sekolah ini menjadi SMU Negeri 1 Talun dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 035/0/1997 tertanggal 7 Maret 1997.

Sejalan dengan perkembangan pendidikan di tanah air, sejak tahun pelajaran 2004/2005 pemerintah memberlakukan kurikulum pendidikan yang baru, yakni ”Kurikulum 2004” yang disebut KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Mulai saat ini nama SMU berubah menjadi SMA, berarti pula SMU Negeri 1 Talun berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Talun.

Selanjutnya pada tahun 2005 pemerintah menerbitkan peraturan dengan nomor: 19/2005 tentang Sekolah Kategori Mandiri/ Sekolah Standar Nasional. Berdasarkan pasal 11 ayat 2 dan 3 dalam Peraturan Peremintah tersebut Dengan diberlakukannya Standar Nasional Pendidikan, maka Pemerintah memiliki kepentingan untuk memetakan sekolah/ madrasah menjadi sekolah/madrasah yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan sekolah/madrasah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah mengkategorikan sekolah/ madrasah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan ke dalam kategori mandiri, dan sekolah/madrasah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan ke dalam kategori standar. Pada Tahun Pelajaran 2007/2008 pemerintah menunjuk SMA negeri 1 Talun untuk dikategorikan Rintisan Sekolah Kategori Mandiri, yaitu suatu sekolah yang mempunyai karakteristik terpenuhinya 8 Standar Nasional Pendidikan dan mampu menjalankan sistem kredit semester (SKS).

Kepala sekolah yang pernah memimpin di SMA Negeri 1 Talun yaitu:
1. Bpk. Soepono : Tahun 1974 sampai dengan 1975
2. Bpk. Moch. Dawam Mimbar : Tahun 1975 sampai dengan 1976
3. Bpk. Drs. Soedijono : Tahun 1976 sampai dengan 1980
4. Bpk. Setijono BA  : Tahun 1980 sampai dengan 1983
5. Bpk. Abdullah Uki : Tahun 1983 sampai dengan 1985
6. Bpk. Drs. I. Mukarno : Tahun 1985 sampai dengan 1988
7. Bpk. Soenarijadi BA : Tahun 1988 sampai dengan 1991
8. Ibu Srie Soebekti : Tahun 1991 sampai dengan 2000
9. Bpk. Drs. Kateno MM : Tahun 2000 sampai dengan 2006
10. Bpk. Mala M.Pd. : Tahun 2006 sampai 2010
11. Bpk. Drs. Salamun, M.Pd : Tahun 2010 sampai dengan 2014
12. Bpk. Sumino, S.Pd, M.Pd : Tahun 2014 sampai dengan 2015
13. Bpk. Drs. Dwi Wahyu Hadi Santoso, M.Pd : tahun 2015 sampai dengan sekarang.

Demikian paparan sejarah singkat berdirinya SMA Negeri 1 Talun, yang juga mengungkapkan perubahan-perubahan identitas sekolah sehingga kita tahu bahwa SMA Negeri 1 Talun beberapa kali berganti nama. Dan dalam perjalanan pengabdiannya, SMAN 1 Talun telah melahirkan lulusan yang unggul dan berkualitas baik.